Ku termenung sendiri di sini
Hanya bertemankan malam yang sepi
Hanya bertemankan hati yang merindui
Rindu akan senyummu
Rindu akan tawamu
Rindu akan tingkahmu
Kenapa jejak langkahmu tak terlihat lagi olehku
Kenapa suara merdumu tak terdengar lagi olehku
Kenapa smua menghilang dari ku
mbelgedez berkata,
Oktober 9, 2007 pada 10:39 am
Sayah kok curiga, ini anak didiknya si almas….
almascatie berkata,
Oktober 9, 2007 pada 2:54 pm
semua ga hilang kok.. semua tetap seperti dulu hanya kita yg menenggelamkan diri dalam kesepian
@mbah mbel
wakakkakakak
jubileh dah mbah mbel nih
emangnya sayah bapak guru apa mbah
'K, berkata,
Oktober 9, 2007 pada 2:59 pm
komennya almas bijak skali
almascatie berkata,
Oktober 9, 2007 pada 3:19 pm
@ade`k
ceile yang pengalaman!
wakkakakak
goop berkata,
Oktober 10, 2007 pada 1:09 am
Waow…puisi…

Meski termenung disini, namun masih bisa bertemankan malam sepi, juga hati yang merindui
Semangat ya tante…
Salam Kenal…
caplang™ berkata,
Oktober 10, 2007 pada 1:33 am
kirain lagunya bang oma
epa berkata,
Oktober 10, 2007 pada 3:53 am
ya….makasih semua dah mo kasih komentar.
Mbelgedez —> kok tau seh…..klo aq anak di2knya mas boy.
Mas Boy makasih ya….aku akan berusaha untuk tidak menenggalamkan diri.
Duh…mas goop kok manggil tante seh….
wedulgembez berkata,
Oktober 10, 2007 pada 6:32 am
Kenapa?
ya karena saya sembunyi
secondprince berkata,
Oktober 10, 2007 pada 9:55 am
Karena sudah waktunya berpisah
pratanti berkata,
Oktober 19, 2007 pada 4:37 am
hanya setitik harap yang tampak
jauh sembunyi di relung hati
hanya rasa yang menuntunku kesana
serta keyakinan akan tiba saatnya
mencapai bahagia yang dijanjikan-Nya
*smile… don’t worry, be happy*